newsmetrontb

Nasional

Metro

Lotim

Ad Placement

Lobar

Loteng

Sunday, July 5, 2026

Mi6 Dorong Olahraga Tradisional Rakyat Tampil di PON XXII 2028

 


Newsmetrontb.com MATARAM NTB  Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mengusulkan agar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 memberikan ruang yang lebih luas bagi berbagai cabang olahraga Tradisional Rakyat dari seluruh daerah di Indonesia.

 Kehadiran olahraga tradisional dalam agenda olahraga terbesar nasional tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat identitas kebangsaan di tengah derasnya arus modernisasi.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan olahraga tradisional rakyat  yang sangat beragam, tersebar dari Sabang hingga Merauke. 

Namun, sebagian besar olahraga tradisi tersebut kini menghadapi tantangan serius karena semakin jarang dimainkan dan kurang mendapatkan ruang dalam berbagai ajang olahraga nasional.

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Di dalamnya terdapat ratusan jenis permainan dan olahraga tradisional yang lahir dari kearifan lokal masyarakat. Sayangnya, banyak di antaranya mulai ditinggalkan oleh generasi muda karena minimnya ruang aktualisasi dan promosi. 

Karena itu, kami mengusulkan agar PON 2028 memberi tempat bagi olahraga tradisional, minimal sebagai cabang eksebisi," ujar Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa Didu, Minggu 5 Juli 2026

Menurut Didu, selama ini PON telah berhasil menjadi panggung kompetisi bagi cabang olahraga modern dan olahraga prestasi. Namun, sebagai ajang olahraga terbesar nasional yang membawa nama seluruh provinsi di Indonesia, PON juga memiliki peran strategis sebagai instrumen pelestarian budaya bangsa.

Mantan ED WALHI NTB tersebut menilai olahraga tradisional tidak semata-mata berbicara tentang kompetisi dan kemenangan, tetapi juga menyimpan nilai-nilai sosial, pendidikan karakter, gotong royong, sportivitas, hingga hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan dan tradisi masyarakat setempat.

Olahraga tradisional adalah bagian dari memori kolektif bangsa. Di dalamnya ada sejarah, filosofi hidup, semangat kebersamaan, dan identitas masyarakat yang diwariskan lintas generasi. Jika tidak ada upaya serius untuk merawatnya, maka kita berisiko kehilangan sebagian dari jati diri bangsa," katanya.

Didu menegaskan bahwa memasukkan olahraga tradisional ke dalam PON tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah awal yang realistis dapat dimulai melalui kategori eksebisi yang melibatkan perwakilan daerah-daerah yang memiliki olahraga tradisional khas dan telah berkembang di masyarakat.

Menurutnya, format tersebut akan memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk mengenal kembali kekayaan olahraga tradisional Indonesia tanpa mengganggu struktur utama penyelenggaraan PON sebagai ajang olahraga prestasi.

Cabang eksebisi bisa menjadi titik awal yang sangat baik. Dari sana dapat dilakukan evaluasi, pengembangan regulasi, standarisasi pertandingan, hingga pembinaan atlet secara lebih sistematis. Jika perkembangannya baik, bukan tidak mungkin ke depan sebagian olahraga tradisional dapat menjadi cabang yang dipertandingkan secara resmi," jelasnya

 Mi6 juga memandang bahwa keberadaan olahraga tradisional dalam PON akan memberikan dampak positif bagi sektor lain, khususnya kebudayaan dan pariwisata daerah. Setiap provinsi memiliki kekhasan permainan rakyat dan olahraga tradisional yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun penonton.

Menurut Didu, PON masa depan tidak cukup hanya dipandang sebagai perhelatan olahraga semata. PON harus berkembang menjadi ruang perjumpaan yang memperlihatkan kekayaan Indonesia secara utuh, baik dari sisi prestasi olahraga maupun keragaman budaya.

Kita ingin PON menjadi etalase kebudayaan Indonesia. Ketika masyarakat dari berbagai provinsi berkumpul, mereka tidak hanya menyaksikan pertandingan olahraga modern, tetapi juga dapat mengenal tradisi, permainan rakyat, dan nilai-nilai lokal yang hidup di berbagai daerah," ujarnya.

Lebih lanjut, Mi6 mengusulkan agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kebudayaan, serta pemerintah daerah mulai melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap olahraga tradisional yang memiliki potensi untuk ditampilkan dalam PON 2028.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap olahraga tradisional memiliki dokumentasi yang baik, aturan permainan yang jelas, sistem penilaian yang terukur, serta mekanisme pembinaan yang berkelanjutan.

Selain itu, Mi6 juga mendorong agar olahraga Tradisional Rakyat masuk ke dalam berbagai agenda pembinaan olahraga di sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat. Menurut Didu, pelestarian olahraga tradisi tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan event-event besar tanpa dukungan regenerasi di tingkat akar rumput.

Anak-anak muda harus diberi kesempatan mengenal permainan dan olahraga tradisional sejak dini. Dengan begitu, olahraga tradisi tidak hanya hidup saat festival atau seremoni tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," katanya.

Didu menambahkan bahwa pelestarian olahraga tradisional sejatinya merupakan investasi kebudayaan jangka panjang. Di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi yang semakin cepat, bangsa Indonesia membutuhkan ruang-ruang yang mampu memperkuat karakter, identitas, dan kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Karena itu, Mi6 berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian para pemangku kepentingan dalam menyiapkan PON XXII Tahun 2028. Menurutnya, menjaga keberlangsungan olahraga tradisional bukan sekadar menjaga sebuah permainan, melainkan menjaga jejak peradaban bangsa yang telah tumbuh dan berkembang selama berabad-abad.

Prestasi olahraga memang penting. Tetapi bangsa yang besar juga adalah bangsa yang mampu menjaga akar budayanya. PON 2028 dapat menjadi momentum yang tepat untuk mempertemukan semangat prestasi dengan semangat pelestarian budaya. 

Dengan begitu, kita tidak hanya melahirkan atlet-atlet hebat, tetapi juga menjaga warisan Nusantara agar tetap hidup di tengah generasi masa depan, ( red

Warga Dasan Geres Kenang Jiwa Sosial Brigjen L. Iwan di Tengah Proses Hukum


Newsmetrontb.com_ GERUNG  LOBAR 
 Proses hukum yang menjerat Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan memantik perhatian publik. Namun, cerita berbeda justru datang dari warga Dasan Geres, Lombok Barat. Mereka mengenang sosok Sekretaris Deputi Promosi Badan Gizi Nasional (BGN) RI itu sebagai pribadi sederhana, mudah bergaul, dan aktif membantu lingkungan sekitar.

Brigjen L. Iwan, sapaan akrabnya, dikenal tak hanya saat menjalankan tugas sebagai pejabat negara. Di lingkungan tempat tinggal, ia kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial bersama warga tanpa membedakan latar belakang.

Lurah Dasan Geres, Umar Syarafudin, mengaku mengenal kedekatan Brigjen L. Iwan dengan masyarakat. Menurutnya, aktivitas sosial rutin terlihat sejak lama, mulai gotong royong, santunan anak yatim, hingga ibadah kurban.

Ya betul, beliau adalah warga kami yang cukup aktif. Mulai dari gotong royong, santunan ke anak yatim hingga berkurban," kata Umar Syarafudin, Sabtu (4/7/2026).

Tak sebatas kegiatan lingkungan, rumah Brigjen L. Iwan juga sering menjadi tempat berkumpul warga lewat majelis syukuran maupun pengajian. Kegiatan berbagi kepada anak yatim dan membantu warga lanjut usia juga rutin digelar, sehingga hubungan dengan masyarakat terjalin cukup erat.

Kabar penetapan status tersangka kemudian membuat banyak warga mengaku terkejut. Rekam jejak sosial Brigjen L. Iwan selama tinggal di Dasan Geres masih lekat dalam ingatan masyarakat.

Pengamat politik dan hukum, Deni Hendrawan, S.H., M.H., mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menjatuhkan penilaian. Menurutnya, status tersangka belum bisa dimaknai sebagai bukti seseorang bersalah secara hukum.

Dalam sistem peradilan pidana, seseorang tetap harus dipandang tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Banyak perkara berakhir dengan putusan bebas setelah seluruh fakta diuji di persidangan," ujar Deni.

Ia mengajak masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung asas praduga tak bersalah. Penilaian akhir, lanjutnya, sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan setelah seluruh rangkaian persidangan selesai.

Sementara proses hukum terus bergulir, kisah kedekatan Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan bersama warga Dasan Geres tetap hidup di tengah masyarakat. Bagi banyak tetangganya, kepedulian sosial dan kebiasaan berbagi menjadi bagian penting dari sosok yang mereka kenal selama ini. ( red

Thursday, July 2, 2026

Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba Bersama BB Sabu sebayak 535 gram


 Newsmetrontb.com_ BIMA  KABUPATEN   Hasil Pengembangan Kasus Sabu seberat 535 gram di Talabiu Berbuah Hasil. Sat Resnarkoba Polres Bima Berhasil Mengidentifikasi Pemilik dan Pemesan dari barang haram tersebut.

Kapolres Bima, AKBP Muh. Anton Bhayangkara, S.I.K, M.H, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bima, AKP Dediansyah, S.E., menyatakan bahwa pengungkapan lebih lanjut kasus sabu seberat 535 gram  di Desa Talabiu, Kecamatan Woha .

Hal ini  dilakukan melalui hasil penyidikan yang berbasis alat bukti dan analisis ilmiah, yang akhirnya memastikan identitas pemilik maupun pemesan barang haram tersebut.

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk transparansi penegakkan hukum terkait kasus tersebut. 

Kasus ini sendiri bermula pada Senin (22/6/2026) ketika Tim Satresnarkoba Polres Bima menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 535 gram atau lebih dari setengah kilogram di wilayah Desa Talabiu, Kecamatan Woha.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil meringkus dua pria berinisial SH (46) dan SL (42). Keduanya ditangkap saat mengangkut sabu menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna hitam.

Besarnya jumlah barang bukti yang diamankan membuat kasus tersebut menjadi perhatian luas masyarakat.

Karena itu, di tengah proses penyidikan, Kapolres Bima memastikan bahwa pengungkapan kasus tidak dilakukan berdasarkan asumsi maupun opini publik, melainkan berdasarkan fakta hukum yang diperoleh dari rangkaian penyidikan.

Lebih lanjut, Kapolres Bima AKBP Muh. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., masih melalui Kasat Resnarkoba, mengatakan bahwa penyidik terus melakukan pengembangan setelah penangkapan dua kurir tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, pendalaman keterangan para tersangka, serta penyidikan berbasis scientific crime investigation, termasuk analisis  penyidik berhasil mengungkap peran masing-masing pihak dalam jaringan ini," ujar Kapolres melalui Kasat Resnarkoba.

Hasil pengembangan kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial YD alias BKT (Bokerti) yang diduga kuat sebagai pemilik barang bukti sabu tersebut.

Berbekal hasil pengembangan tersebut, Satresnarkoba Polres Bima berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda NTB bergerak cepat berkoordinasi dengan jajaran Polres Tuban, Jawa Timur. Upaya itu membuahkan hasil setelah YD berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Tuban pada Kamis (25/6/2026).

Penangkapan itu menjadi salah satu titik penting dalam pengungkapan kasus, guna mengidentifikasi pemilik sebenarnya dari sabu seberat 535 gram tersebut.

Setelah diamankan, YD langsung di jemput oleh team Ditresnarkoba polda NTB dan kemudian di bawah ke Polres Bima Oleh Anggota Sat Resnarkoba Polres Bima untuk menjalani proses hukum. Saat ini, yang bersangkutan telah ditahan di Rumah Tahanan Mapolres Bima.

Tidak berhenti pada penangkapan pemilik barang, penyidik juga berhasil mengungkap identitas pihak yang diduga sebagai pemesan sabu tersebut.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan serta penelusuran jejak komunikasi para tersangka, penyidik berhasil mengidentifikasi seorang pria bernama Firdaus alias Daus, Laki-laki usia 26 tahun warga Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima Provinsi NTB, WNI  tidak memiliki pekerjaan tetap diduga berperan sebagai pemesan barang haram tersebut.

Sebagai tindak lanjut dari temuan itu, Satresnarkoba Polres Bima secara resmi menerbitkan Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Daus.

Daus telah ditetapkan sebagai DPO berdasarkan Surat Nomor: DPO/03/VII/2026/Satresnarkoba tertanggal 1 Juli 2026 dan saat ini masih dalam pengejaran," jelas AKP Dediansyah.

Dengan ditetapkannya Daus sebagai buronan dan ditangkapnya YD alias BKT sebagai pemilik barang bukti, Sat Resnarkoba Polres Bima menegaskan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara transparan, profesional, dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Meski tiga tersangka telah ditetapkan dan satu DPO telah diterbitkan, penyidikan kasus tersebut belum berhenti. Satresnarkoba Polres Bima menekankan akan terus melakukan pengembangan guna membongkar seluruh mata rantai jaringan narkotika yang diduga beroperasi lintas daerah dan lintas pulau.

Kapolres Bima mengatakan, pengungkapan sabu 535 gram di Talabiu bukan sekadar perkara penangkapan kurir di lapangan. Di baliknya terdapat kerja penyidikan berlapis yang akhirnya mampu mengurai identitas pemilik 

Dan mengungkap pemesan, serta membuka tabir jaringan yang selama ini berusaha bersembunyi di balik kabut spekulasi dan informasi liar yang beredar di ruang publik .   ( red




Kejagung Tetapkan Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan Tersangka Kurupsi MBG



Newsmetrontb.com_ JAKARTA  PUSAT 
Penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia secara resmi menetapkan Brijen pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025–2026. 

Penetapan ini dilakukan setelah tim penyidik mengantongi kecukupan alat bukti yang sah dan meyakinkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 Saat ini, tersangka menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Gizi Nasional, posisi strategis yang memberikan akses luas terhadap proses perizinan, pengawasan, serta pengambilan keputusan terkait pelaksanaan program senilai triliunan rupiah tersebut.

 Dalam keterangan pers yang disampaikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi,

 Disebutkan bahwa tersangka diduga memanfaatkan jabatannya untuk memfasilitasi proses pengadaan yang tidak sesuai prosedur,

Dan  menerima keuntungan tidak sah, serta mengatur agar pihak yang tidak memenuhi syarat tetap dapat menjadi mitra penyedia layanan .

 Perbuatannya diduga menyebabkan kerugian keuangan negara dan menghambat tujuan utama program, yaitu memberikan asupan gizi terbaik bagi generasi muda. Penegakan hukum dilakukan tegas tanpa pandang bulu, tidak peduli jabatan atau latar belakang,” tegas Syarief.

 Tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf a dan/atau b serta Pasal 11 Undang‑Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke‑1 KUHP.

 Saat ini, Brigjen pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan telah ditahan untuk kepentingan pengembangan penyidikan. Penyidik juga terus melacak aset yang diduga berasal dari hasil perbuatan melawan hukum agar dapat dikembalikan ke kas negara.

 Program MBG adalah investasi masa depan bangsa. Jika disalahgunakan sebagai ladang keuntungan pribadi, maka hukum akan bertindak tegas. Transparansi dan akuntabilitas adalah syarat mutlak agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tambah Direktur Penyidikan Jampidsus tersebut.

 Hingga berita ini diturunkan, penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap keterlibatan pihak lain guna memastikan seluruh jaringan penyimpangan dapat diungkap secara tuntas dan adil. ( red

 

Tingkatkan Keamanan Lapas Selong Kerja Sama dengan Kodim 1615


Newsmetrontb.com_ LOMBOK TIMUR NTB 
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai instansi guna mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam aspek keamanan dan ketertiban. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi dengan Kodim 1615/Lombok Timur yang dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Markas Kodim 1615/Lombok Timur tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, didampingi Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Dedy Aryadi serta Kepala Subseksi Keamanan Yoga Pangestu. 

Kehadiran rombongan Lapas Selong disambut langsung oleh Komandan Kodim 1615/Lombok Timur, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Eky Anderson.

Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas berbagai hal strategis terkait penguatan koordinasi, peningkatan komunikasi, serta dukungan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. 

Sinergi yang terjalin diharapkan semakin memperkuat stabilitas keamanan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di lingkungan Lapas Kelas IIB Selong.

Melalui kegiatan ini, Lapas Selong dan Kodim 1615/Lombok Timur menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi antarinstansi. 

Kerja sama yang solid diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara lebih efektif, profesional, serta berkelanjutan. ( red )

Pengumuman Karya Jurnalistik dan Fotografi Jadi Penutup Porwada NTB


Newsmetrontb.com_ KOTA  MATARAM NTB
Jika cabang olahraga lain sudah lebih dulu melahirkan para pemenang, satu pengumuman ini justru menjadi yang paling membuat peserta menahan napas yakni   
diCabang lomba karya jurnalistik ,  fotografi Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI NTB  pada hari Kamis 2 Juli 2026 di Mataram.

Bukan tanpa alasan pengumuman ini paling dinanti. Berbeda dengan cabang lain yang bertumpu pada skor dan catatan waktu, di arena jurnalistik dan fotografi, yang dipertaruhkan adalah ide, kedalaman cerita, ketajaman sudut pandang, hingga kemampuan menangkap momen menjadi karya yang berbicara.

Pengumuman itu sekaligus menjadi semacam “golden ticket” bagi para peserta terbaik untuk terus mengasah kemampuan menuju panggung yang lebih tinggi. Porwanas Lampung 2027.

Koordinator Lomba Jurnalistik dan Fotografi Porwada, H. Rudi Hidayat, mengatakan proses penilaian dilakukan secara serius dan melibatkan juri yang memiliki rekam jejak kuat di bidang masing-masing.

Masukan dari para juri jelas, jangan cepat puas dengan hasil ini. Ini baru titik awal. Sebelum menuju Porwanas, kemampuan harus terus diasah agar kualitas karya semakin matang dan mampu bersaing di level nasional,” ujar H. Rudi.

Menurut dia, antusiasme peserta cukup tinggi. Untuk kategori karya jurnalistik diikuti 17 wartawan, sementara kategori fotografi diikuti lima wartawan.

Pada cabang karya jurnalistik, dewan juri diisi nama-nama yang tidak asing di dunia media dan komunikasi NTB. Mereka adalah Nurdin Rangga Barani, mantan wartawan MBM Sinar, Akdiansyah S.H.I yang kini menjadi anggota DPRD NTB, serta Bambang Mei Finarwanto, Direktur M16.

Sementara kategori fotografi dinilai oleh Ferry Gunawan yang dikenal sebagai fotografer profesional, H. Boy Mashudi selaku wartawan senior dan Ketua JMSI NTB, serta Ustaz Suaeb Qury yang juga Komisioner KIP NTB sekaligus penulis sejumlah buku dan Ketua Infokomdigi MUI NTB.

Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa didu ini menegaskan bahwa karya jurnalistik yang menonjol bukan hanya soal kemampuan merangkai kalimat, tetapi juga keberanian menggali fakta dan menghadirkan perspektif yang kuat.

Jurnalisme yang baik tidak berhenti pada peristiwa. Ia harus mampu menghadirkan konteks, kedalaman, dan memberi pengalaman kepada pembaca untuk memahami sesuatu secara utuh. Kompetisi seperti ini menjadi ruang latihan yang penting bagi wartawan,” kata nya 

Dalam perlombaan ini, karya jurnalistik dipertandingkan dalam lima mata lomba, yakni TV Porwada, Features Porwada, Features Wisata Loang Balok, Features Olahraga, dan Medsos Porwada.

Adapun kategori fotografi melombakan tema Pembukaan Porwada, Wisata Loang Baloq, Pemprov NTB, Grand Final Porwada, dan Ekonomi NTB.

Penilaian jurnalistik sendiri dilakukan melalui sejumlah indikator, mulai dari kesesuaian tema dan judul, orisinalitas gagasan, kedalaman liputan, penggunaan bahasa sesuai kaidah EYD, gaya penulisan, struktur kalimat, hingga kualitas penyajian karya.

Sedangkan pada fotografi, aspek yang dinilai mencakup relevansi dengan tema, ketajaman visual, pemilihan angle, serta kekuatan komposisi.

Ferry Gunawan menyebut foto jurnalistik bukan hanya gambar yang enak dipandang, tetapi karya yang mampu menyampaikan cerita.

Foto yang baik adalah foto yang berbicara. Sekali dilihat, publik bisa menangkap emosi, suasana, dan pesan yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Berikut daftar Pemenang Lomba Karya Jurnalistik PORWADA PWI NTB 2026

TV Porwada

Juara I: Aris Munandar

Juara II: Yoni Ariadi

Feature Porwada

Juara I: Lalu Habib

Juara II: Fajar

Feature Olahraga

Juara I: Saudi

Juara II: Khaeruddin

Feature Wisata

Juara I: M. Nasrullah

Medsos Porwada

Juara I: Ratna Dewi

Daftar Pemenang Lomba Fotografi Porwada 2026

Kategori Pembukaan Porwada

Juara I: M. Awal

Juara II: Wira Surya

Juara III: Saptono Yudi

Grand Final Porwada

Juara I: Randy

Juara II: Khaeruddin

Wisata Loang Balok (Eksibisi)

Juara I: KHM Nasuhi. 

Pesan Presiden RI Disampaikan Inspektur Upacara Saat Peringati Hari jadi POLRI


Newsmetrontb.com_ JAKARTA           
 Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Enam  pesan utama kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia  saat memimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026.

 Kepala Negara menegaskan bahwa kepercayaan rakyat merupakan modal utama yang harus terus dijaga oleh setiap anggota Polri.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kedekatan dengan masyarakat harus menjadi jati diri seorang polisi. 

Menurut Presiden, setiap anggota Polri harus hadir saat masyarakat membutuhkan, memberikan pelayanan terbaik, serta menjalankan tugas untuk melindungi rakyat.

1_  Jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi. 

2_ Jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat. 

Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu, kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita,” Ujar Presiden.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan. Kepala Negara meminta seluruh personel Polri untuk berani membela kebenaran, melindungi masyarakat yang lemah, serta tidak gentar menghadapi tekanan apa pun dalam menjalankan tugas.

3_ Tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” Tegas Presiden.

Menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang, Presiden Prabowo juga mengingatkan Polri agar terus meningkatkan profesionalisme dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan. 

Menurut Presiden, kemampuan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan di masa kini maupun masa depan.

4_ terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan Kuasai teknologi. Kuasai kecerdasan buatan  Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang andal,” Ucap Presiden.

5_ perkuat sinergi Polri tidak bisa bekerja sendiri. Polri harus selalu bersama institusi lain seperti  TNI , semua institusi pemerintah,  tokoh masyarakat, ulama, akademisi,  media,  pengusaha,  petani, nelayan, dan buruh serta  seluruh rakyat Indonesia,” Tutur Presiden.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh insan Bhayangkara untuk terus berbenah dan membangun institusi yang rendah hati serta terbuka terhadap perubahan.

 Presiden menegaskan bahwa institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar, sedangkan institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah demi menjaga kepercayaan masyarakat.

6_  jangan pernah berhenti memperbaiki diri  Jangan sombong Semakin berisi semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik.

 Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” pungkas Presiden.

Enam pesan tersebut menjadi penegasan arah pembinaan Polri ke depan, yakni membangun institusi yang semakin profesional, modern, berintegritas, serta senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat. 

Melalui kepercayaan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, peningkatan profesionalisme, sinergi nasional, dan komitmen untuk terus berbenah, ( red

Polri diharapkan semakin kokoh sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus pengawal utama stabilitas nasional.

Bacakan Amanat Presiden Prabowo, Kapolda NTB Tekankan 5 Agenda Prioritas Polri


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM  NTB 
 Polda NTB menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Rabu (01/07/2026), sebagai momentum refleksi perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.

Upacara berlangsung khidmat dengan Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, SE.,MH., bertindak selaku inspektur upacara. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur NTB, Danrem 162/Wira Bhakti, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Ketua DPRD Provinsi NTB, Kepala BNN Provinsi NTB, Kabinda NTB, jajaran Forkopimda Provinsi NTB, para Pejabat Utama Polda NTB, Ketua Dharma Wanita Pemerintah Provinsi NTB, Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ketua KPU dan Bawaslu NTB, serta para purnawirawan Polri.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, yang menegaskan bahwa seluruh perjalanan pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia bermuara pada satu tujuan utama, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTB membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Pranowo Subianto yang menekankan lima agenda prioritas sebagai arah penguatan institusi Polri di masa mendatang.

 Pertama_ adalah memperkuat reformasi kelembagaan Polri agar semakin profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Kedua_ meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan fungsi penegakan hukum secara adil dan humanis.

Ketiga_ memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi kompleksitas ancaman di era digital. Polri dituntut mampu membangun SDM unggul yang siap menghadapi tantangan multidimensional, mulai dari kejahatan siber hingga dinamika sosial yang terus berkembang.

Keempat_  meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis yang semakin dinamis, termasuk dampak perubahan geopolitik global yang menuntut kemampuan adaptasi tinggi dari institusi kepolisian.

Kelima _  memperkuat legitimasi institusi Polri melalui peningkatan kepercayaan publik. Dalam negara demokrasi, keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari capaian operasional, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Usai pelaksanaan upacara, Kapolda NTB menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi Polri saat ini semakin kompleks dan beragam, seiring perkembangan teknologi yang di satu sisi membawa kemajuan, namun di sisi lain membuka peluang munculnya berbagai bentuk kejahatan baru.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Polri, khususnya Polda NTB, tentu harus mempersiapkan langkah-langkah guna mengantisipasi hal tersebut. Sesuai arahan Bapak Presiden, Polri di era sekarang harus mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam memperkuat dan mewujudkan institusi Polri yang Presisi,” ujar Kapolda.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Polri harus terus bertransformasi, memperkuat profesionalisme, serta menjaga kepercayaan masyarakat demi menghadirkan pelayanan yang semakin responsif, modern, dan humanis.

Dengan semangat “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Polda NTB menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban demi mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat NTB. ( red



Karate Dojo Ditpolairud Polda NTB Meriahkan Perayaan HUT Polri Ke-80



Newsmetrontb.com_ KOTA  MATARAM NTB 
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Polri Ke-80, Karate Dojo Ditpolairud Polda NTB turut ambil bagian dengan menampilkan atraksi dan peragaan karate yang memukau. Sebanyak 135 anak-anak pesisir yang tergabung dalam Komunitas Karate Dojo Ditpolairud Polda NTB tampil penuh semangat di hadapan para tamu undangan dan masyarakat.(1/7/2026) 

Penampilan para karateka cilik tersebut disaksikan langsung oleh Kapolda NTB, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. bersama para pejabat utama Polda NTB dan tamu undangan yang hadir dalam perayaan HUT Polri Ke-80.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda NTB, Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa keikutsertaan para atlet cilik tersebut merupakan wujud pembinaan generasi muda, khususnya anak-anak pesisir, agar memiliki karakter yang disiplin, percaya diri, dan berprestasi.

Sebanyak 135 anak-anak pesisir yang menjadi bagian dari Komunitas Karate Dojo Ditpolairud Polda NTB hadir memberikan peragaan karate untuk memeriahkan perayaan HUT Polri Ke-80. Mereka sangat antusias dan merasa bangga dapat tampil di hadapan Bapak Kapolda NTB dan seluruh tamu undangan pada momen bersejarah ini," ujar Kombes Pol Boyke F.S. Samola.

Ia menambahkan bahwa pembinaan melalui olahraga karate merupakan salah satu bentuk kepedulian Ditpolairud Polda NTB dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, serta terhindar dari pengaruh negatif.

Penampilan para karateka cilik tersebut mendapat apresiasi dari para peserta dan tamu undangan. Atraksi yang ditampilkan menunjukkan semangat, kedisiplinan, serta hasil latihan yang telah dilakukan secara rutin di bawah pembinaan Karate Dojo Ditpolairud Polda NTB.

Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda NTB berharap semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat, khususnya anak-anak pesisir, semakin erat sejalan dengan tema HUT Polri Ke-80, "Polri untuk Masyarakat. ( red



Wakapolda NTB Buka Seminar Deradikalisasi, Perkuat Ketahanan Ideologi


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM  NTB 
Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., secara resmi membuka Seminar Deradikalisasi bagi Pegawai Negeri Polri di lingkungan Satker Polda NTB dan Polres jajaran, Selasa (30/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sasana Dharma Polda NTB tersebut dihadiri para Pejabat Utama Polda NTB serta seluruh personel Polri dan ASN Polri dari satuan kerja Polda NTB maupun Polres/ta jajaran.

Seminar ini menjadi salah satu upaya strategis Polda NTB dalam memperkuat pemahaman kebangsaan, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikal, sekaligus membangun ketahanan ideologi di lingkungan aparatur sipil negara Polri.

Dalam sambutannya, Wakapolda NTB menegaskan bahwa radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman nyata yang dapat menggerus nilai-nilai kebangsaan yang selama ini menjadi fondasi utama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, upaya pencegahan dan deradikalisasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif, dialogis, serta penguatan wawasan kebangsaan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur negara.

“Seminar ini merupakan bentuk komitmen Polda NTB dalam meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, dan ketahanan ideologi seluruh personel agar mampu menjadi teladan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta menjaga dan memelihara kerukunan di lingkungan kerja maupun masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Hari Nugroho.

Ia menambahkan, pelaksanaan seminar tersebut sejalan dengan program deradikalisasi yang selama ini dijalankan Polri bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror Polri.

Menurutnya, sinergi seluruh elemen bangsa menjadi faktor penting dalam mencegah berkembangnya paham-paham radikal yang berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Seminar yang kita laksanakan ini sejalan dengan program deradikalisasi Polri bersama BNPT dan Densus 88 AT. Sinergitas seluruh elemen bangsa menjadi kunci dalam mencegah berkembangnya paham radikal,” tambahnya.

Wakapolda berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Polda NTB, sekaligus memperkuat peran ASN Polri sebagai agen pemersatu bangsa yang mampu menjaga stabilitas keamanan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah masyarakat.

Melalui seminar ini, Polda NTB menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki ketahanan ideologi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern. ( red



Polisi Selidiki Kasus Kematiam ABK Tergantung di Atas KMP Athayana

 


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM  Seorang anak buah kapal (ABK) KMP Athayana, Selasa (30/6/2026) pagi, ditemukan meninggal dunia di atas kapal saat berlabuh lepas jangkar di Perairan Gilimas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Polisi masih mendalami penyebab pasti peristiwa tersebut.

Korban diketahui bernama Aziz Handrawan (23), warga Dusun Selampang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M. melalui siaran pers menjelaskan, informasi pertama diterima personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar sekitar pukul 08.00 Wita.

"Anggota menerima laporan terkait penemuan seorang ABK KMP Athayana, dalam kondisi meninggal dunia di atas kapal saat berada di Perairan Gilimas. Saat ini seluruh rangkaian peristiwa masih dalam proses penyelidikan," ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Dijelaskan, informasi awal bermula sekitar pukul 07.45 Wita ketika Kepala Cabang Jemla Lembar, Mashuri, menerima telepon dari Kapten KMP Athayana, Mulyono. Kapten kapal melaporkan salah seorang ABK ditemukan tergantung di atas kapal.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar bersama Tim Identifikasi (Inafis) Unit Pidum Satreskrim Polres Lombok Barat serta petugas BKK Lembar, bergerak menuju lokasi menggunakan kapal milik Basarnas.

Setibanya di kapal, petugas langsung mengamankan lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, dokumentasi, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengumpulkan bahan penyelidikan.

Langkah pertama difokuskan pada pengamanan TKP dan pemeriksaan awal. Keterangan para saksi juga sedang dikumpulkan agar penyelidikan berjalan secara menyeluruh," kata Kombes Kholid.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi menuju Pelabuhan Lembar. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB untuk menjalani pemeriksaan visum.

Kombes Kholid mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban, dan menunggu hasil penyelidikan serta pemeriksaan medis.

Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Percayakan proses penanganan perkara ini kepada penyidik, hingga seluruh fakta dapat terungkap secara objektif," pungkasnya. (  red




Wednesday, July 1, 2026

Ini Amanat Kapolres Lotim Saat Jadi Insfektur Upacara Peringati Hari Jadi POLRI


Newsmetrontb.com_ SELONG LOMBOK TIMUR
Polres Lombok Timur laksanakan gelar upacara perigati hari jadi POLRI yang le_ 80 bertepatan dengan tanggal 01 Juli tahun 2026 , Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana menjadi langsung  menjadi inspektur  upacara pada  perayaan terswbut 

Hadir dalam acara tersebut selai Anggota personil dan polsek jajaran  hadir juga  Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, bersama jajaran Forkopimda.

Dalam amanat Presiden RI Prabowo Subianto yang dibacakan Kapolres menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Polri atas dedikasi dalam menjaga stabilitas keamanan negeri. 

Presiden menegaskan bahwa Polri dalam seluruh perjalanan pengabdiannya bermuara pada satu tujuan luhur, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Amanat tersebut juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Polri ke depan.

“Bangsa Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional tidak dapat lepas dari pengaruh geopolitik global, dinamika global, dan revitalisasi kekuatan besar seperti perang cyber, kejahatan transnasional, dan ketidakpastian ekonomi sebagai dampak adanya perang dari tetangga kita. 

Polri dituntut untuk siap dan mampu mengatasi perkembangan situasi kejahatan,” ujar Kapolres membacakan amanat Presiden.

Ditekankan pula peran penting Polri dalam mengawal agenda strategis nasional, diantaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dukungan swasembada pangan melalui optimalisasi penanaman jagung.

 Dengan penanam jangug ini memiliki  areal seluas 651.176 hektar yang berhasil mendorong produksi nasional sebesar 1,36 juta ton 

Kemudian dibidang  penegakan hukum terhadap kejahatan yang merusak moral bangsa dan memicu kebocoran keuangan negara.

Menghadapi tantangan yang semakin kompleks, Presiden meminta Polri memperkuat reformasi kelembagaan menuju institusi yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Peningkatan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas dan penegakan hokum juga diintruksikan presiden disamping memperkuat kapasitas sumber daya manusia menghadapi era digital dengan penguasaan teknologi. 

Selain itu Polri juga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis yang dinamis dan memperkuat legitimasi institusi melalui pengakuan dan kepercayaan publik.

“Dengan disahkannya Undang-Undang Polri yang baru, ini bukan hanya kado, tetapi juga menjadi tantangan bagi Polri untuk mampu menjawab ekspektasi publik yang lebih baik,” tegas Presiden dalam amanatnya. 

Presiden pun berpesan, agar menjadikan setiap tugas sebagai ibadah dan tugas pelayanan sebagai kehormatan. 

Kesempatan tersebut Bupati menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara KE_ 80 dengan harapan Semoga Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polres Lombok Timur, senantiasa menjadi institusi yang modern, selalu hadir, dan terpercaya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujarnya. ( 01/07/2026 ) 

Bupati juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan waktu yang telah dicurahkan oleh seluruh personel Polres Lombok Timur dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum. 

Lanjut dalam penjelasan  Bupati Lombok Timur peran aktif kepolisian telah memberikan kontribusi besar sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.

Berharap semoga  pengabdian kita semua mendapat ridho dari Allah SWT dan membawa keberkahan bagi masyarakat Lombok Timur,” imbuh Bupati Lombok Timur.

Terahir Kapolres  AKBP I Komang Sarjana, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati serta masyarakat  selama bertugas  di wilayah hukum polres Lombok Timur.

Disela _ sela acara tersebut   Kapiolres  Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana   berpamitan karena setelah  ini Ia  pindah dari Lombk Timur  dan  akan melanjutkan tugas  kembali  di Polda  dengan jabatan yang baru. ( red

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda NTB Gelar Doa Bersama Lintas Agama


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM. 
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026, Polda NTB menggelar doa bersama lintas agama di Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Selasa (30/06/2026). 

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, SE.,MH., Wakapolda NTB, para Pejabat Utama Polda NTB, serta perwakilan tokoh agama dari berbagai keyakinan, mulai dari Islam, Hindu, Kristen Protestan, Katolik, hingga Buddha.

Suasana kebersamaan dan toleransi begitu terasa saat para tokoh agama secara bergantian memanjatkan doa sesuai ajaran masing-masing. Seluruh peserta yang hadir mengikuti rangkaian doa dengan penuh khusyuk, memohon keberkahan, keselamatan, dan kekuatan bagi institusi Polri agar terus mampu mengemban tugas pengabdian kepada masyarakat.

Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, mengatakan bahwa doa bersama lintas agama merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual agar Polri di usia yang ke-80 senantiasa diberikan kemampuan dan kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Hari ini kita berikhtiar dan berdoa bersama lintas agama untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Polri tetap diberikan kekuatan, kemampuan serta kesempatan untuk berbuat kebaikan untuk masyarakat,” ungkap Kapolda kepada awak media usai kegiatan.

Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar mengenang perjalanan panjang pengabdian Polri selama delapan dekade, tetapi juga menjadi momentum introspeksi untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa Polda NTB berkomitmen untuk terus menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban demi mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat NTB.

Ia juga menilai keberagaman budaya dan agama yang dimiliki Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat, merupakan kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Doa bersama para tokoh dari lintas agama ini tentu memiliki makna yang mendalam. Karena keberagaman budaya dan agama yang kita miliki akan menjadi modal utama menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia tercinta ini,” ujarnya.

Melalui doa bersama lintas agama tersebut, Polda NTB berharap semangat kebersamaan, toleransi, dan persatuan dapat terus terpelihara, sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 untuk menghadirkan Polri yang semakin Presisi, humanis, dan dekat dengan masyarakat di Bumi Gora. ( red



Tuesday, June 30, 2026

Coffee Morning , Perkuat Komitmen Untuk Pembangunan Lombok Timur


Newsmetrontb.com_ LOMBOK TIMUR 
 Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur menggelar kegiatan COMPASS (Coffee Morning Pembinaan Statistik Sektoral) di Ruang Rapat Utama (Rupatama) II, Selasa (30/6/ 2026 ) 

Kegiatan ini menjadi forum penguatan koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data sektoral sebagai landasan perencanaan pembangunan daerah.

‎Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Lombok Timur, H. Fauzan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. 

Ia berharap COMPASS menjadi langkah nyata dalam memperkuat tata kelola data di Kabupaten Lombok Timur.

‎Menurutnya, di era digital saat ini informasi dan data sektoral merupakan aset yang sangat strategis. Karena itu, setiap OPD tidak hanya diharapkan mampu menghasilkan data, tetapi juga metadata yang dapat memberikan penjelasan mengenai sumber, definisi, metode, dan karakteristik data sehingga lebih mudah dipahami serta dimanfaatkan.

Para pengelola data di OPD merupakan pihak yang berperan penting dalam menghasilkan data pembangunan yang akurat dan tepat sasaran. Kita ingin seluruh perangkat daerah menggunakan data yang sama sehingga tidak terjadi perbedaan data yang dapat menyulitkan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah," ujarnya.

H. Fauzan juga menyampaikan bahwa pengelolaan data sektoral di Kabupaten Lombok Timur telah menunjukkan perkembangan yang baik. Data sektoral daerah saat ini telah tersedia dan dapat diakses melalui portal data, meskipun pembaruan data akan terus dilakukan agar informasi yang tersedia selalu relevan dan mutakhir.

Ia berharap sinergi seluruh pihak dapat terus terjaga sehingga data sektoral menjadi basis data yang akurat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Lombok Timur.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, menegaskan bahwa setiap OPD memiliki banyak data, namun tanpa kelengkapan dan kualitas yang baik, data tersebut berpotensi menghasilkan kebijakan yang kurang tepat sasaran.

Ia menjelaskan bahwa konsep Satu Data Indonesia merupakan komitmen bersama agar seluruh OPD menggunakan data yang sama, konsisten, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Endah memperkenalkan aplikasi COMPASS sebagai instrumen yang mendukung pengelolaan statistik sektoral. Melalui aplikasi tersebut, OPD dapat melakukan entri, validasi, dan pengelolaan data secara mandiri sehingga kualitas data menjadi lebih terkontrol.

Menurutnya, kualitas data harus terus ditingkatkan karena data yang berkualitas akan menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih akurat. Oleh sebab itu, peran OPD sebagai produsen data menjadi sangat penting dalam mewujudkan komitmen Satu Data Indonesia di Kabupaten Lombok Timur.

Melalui kegiatan Coffee Morning Pembinaan Statistik Sektoral ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama BPS berharap terbangun pemahaman dan komitmen yang semakin kuat dari seluruh OPD untuk menghasilkan data yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan daerah yang efektif dan tepat sasaran. ( red

Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Polairud Polda NTB Gelar Bakti Sosial


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM NTB
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polri ke-80, Ditpolairud Polda NTB melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa bersihkqn  tempat ibadah dan penyerahan bantuan alat kebersihan sebagai wujud kepedulian Polri terhadap kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.(30/6/2026) 

Kegiatan dilaksanakan secara serentak di tiga tempat ibadah di Kota Mataram, yaitu Masjid Baitul Iman Pondok Perasi Ampenan, Gereja Santo Antonius Ampenan, dan Pura Segara Ampenan, Kota Mataram. 

Personel Ditpolairud Polda NTB bergotong royong membersihkan halaman, ruang ibadah, serta fasilitas pendukung lainnya agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

Selain melaksanakan aksi bersih-bersih, Ditpolairud Polda NTB juga menyerahkan bantuan berupa peralatan kebersihan kepada masing-masing pengurus tempat ibadah sebagai bentuk dukungan agar kebersihan lingkungan tempat ibadah dapat terus terjaga.

Dirpolairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Polri ke-80 dengan mengusung semangat "Polri untuk Masyarakat."

Kegiatan bersih-bersih tempat ibadah dan penyerahan bantuan alat kebersihan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami berharap tempat-tempat ibadah tetap bersih, nyaman, dan menjadi simbol kerukunan serta kebersamaan antarumat beragama. 

Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat," ujar Kombes Pol. Boyke F.S. Samola.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, Ditpolairud Polda NTB menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat, sejalan dengan semangat HUT Polri ke-80 "Polri untuk Masyarakat", serta mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dicintai masyarakat. ( red



Monday, June 29, 2026

Kontingen Karate Polda NTB Raih Lima Medali Kapolri Cup 2026


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM NTB
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Karate Polda NTB dalam ajang Kejuaraan Karate Kapolri Cup 2026 yang digelar di Jakarta dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Dari total 12 atlet, pelatih, dan ofisial yang diberangkatkan, Polda NTB sukses membawa pulang lima medali.

Raihan tersebut terdiri dari satu medali perak dan empat medali perunggu yang diperoleh pada sejumlah nomor pertandingan bergengsi.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menyampaikan apresiasi atas capaian para atlet yang telah mengharumkan nama Polda NTB di tingkat nasional.

Alhamdulillah, kontingen Karate Polda NTB berhasil membawa pulang lima medali pada Kejuaraan Karate Kapolri Cup 2026 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80,” ujarnya, Senin (29/06/2026).

Adapun para atlet yang berhasil meraih prestasi tersebut yakni:

Bripda Sonya Aulia Ningrum, meraih Juara II Kelas Kata Perorangan dan berhak atas medali perak.

Bripda Mohammad Saefulloh Lelanang Jagat, meraih Juara III Kelas Kata Perorangan dengan medali perunggu.

Ipda Ngakan Putu Suwarjana Putra, sukses meraih Juara III Kelas Kumite Perorangan +85 kilogram.

Aipda Boby Oscar Ndolu, meraih Juara III Kelas Kumite Perorangan -70 kilogram.

Bripda M. Rizal Rahman, berhasil memperoleh Juara III Kelas Kumite Perorangan -55 kilogram.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa personel Polda NTB tidak hanya unggul dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga, khususnya karate.

Kabid Humas berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan kemampuan, baik dalam bidang tugas maupun olahraga.

Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan latihan yang konsisten. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi personel lainnya untuk terus berprestasi serta mengharumkan nama Polda NTB di berbagai ajang nasional,” pungkasnya.

Keikutsertaan dalam Kapolri Cup 2026 juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam membangun personel yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berprestasi, sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. ( red




Ad Placement

Pariwisata

Politik

Hukrim