newsmetrontb

Nasional

Metro

Lotim

Ad Placement

Lobar

Loteng

Thursday, November 5, 2026

Kapolda NTB Laksanakan Program Poliran di Kantor Disnakertrans



Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM NTB   
    Polda NTB terus memperkuat peran kepolisian dalam mendukung program pemerintah, khususnya upaya menekan angka pengangguran. Salah satunya melalui sosialisasi Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) yang dipimpin langsung Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., S.I.K., di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda NTB, Irwasda Polda NTB, dan Direktur Binmas Polda NTB. Dari unsur pemerintah dan lembaga terkait hadir Gubernur NTB, Kepala Dinas Tenaga Kerja NTB, kepala OPD provinsi serta kabupaten/kota se-NTB, Kepala BP3MI, Kepala BLK NTB, pengurus Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) NTB, pimpinan lembaga pelatihan kerja, instruktur, serta perwakilan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kapolda NTB mengajak seluruh elemen pemerintah dan lembaga terkait untuk memperkuat sinergi dalam menanggulangi pengangguran, terutama di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat. Melalui Program Poliran, Polri turut mengambil bagian dengan memberikan dukungan dan dorongan kepada seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kapolda juga mendorong dinas dan lembaga terkait untuk terus mengembangkan model pendidikan serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Dengan bekal kemampuan yang memadai, masyarakat diharapkan memiliki modal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan peluang usaha.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa sosialisasi Poliran merupakan salah satu implementasi Program Quick Wins Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”. Program tersebut menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap pemerintah dalam mengatasi persoalan pengangguran.

“Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) ini merupakan salah satu program unggulan Kapolri untuk mendukung pemerintah dalam menanggulangi pengangguran,” ujarnya.

Melalui program ini, Polri berharap dapat memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat untuk terus belajar serta meningkatkan keterampilan. Dengan keahlian yang dimiliki, masyarakat diharapkan semakin siap mendapatkan pekerjaan dan memiliki kesempatan lebih baik untuk meningkatkan taraf hidup. ( red ) 



Ops Patuh Rinjani 2026, Polda NTB Gelar Penindakan dan Edukasi Pengendara




Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM  NTB   
    Polda NTB terus menggencarkan upaya meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas melalui Operasi Patuh Rinjani 2026. Kali ini, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) dan Satgas Preventif menyasar sejumlah titik strategis di Kota Mataram, Selasa (03/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Satgas Gakkum melaksanakan penertiban terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas di Jalan TGH Faesal, Kecamatan Sandubaya. Sementara itu, Satgas Preventif menyasar kawasan Simpang Empat Kantor Gubernur NTB dengan mengedepankan edukasi dan imbauan langsung kepada para pengguna jalan.

Di lokasi penindakan, personel Satgas Gakkum tidak hanya memberikan edukasi dan teguran kepada pengendara yang melakukan pelanggaran, tetapi juga menerapkan tindakan tegas berupa tilang terhadap pelanggaran yang ditemukan.

Sementara di Simpang Empat Kantor Gubernur NTB, personel Satgas Preventif aktif menyampaikan imbauan keselamatan kepada pengendara yang melintas. Petugas juga memberikan teguran kepada pengendara yang menggunakan bahu jalan serta sejumlah pengguna jalan yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Patuh Rinjani 2026 yang bertujuan menciptakan Keamanan, Ketertiban, Keselamatan, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamtibselcar Lantas) di wilayah NTB.

Menurutnya, operasi ini menjadi salah satu langkah kepolisian untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan yang berpotensi mengakibatkan korban luka berat maupun meninggal dunia.

Dalam pelaksanaannya, Polda NTB mengombinasikan langkah preemtif melalui edukasi, preventif melalui imbauan dan pencegahan, serta represif berupa penindakan terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran.

Operasi Patuh ini pada intinya merupakan upaya kita menciptakan Kamtibselcar Lantas sekaligus mencegah berbagai potensi kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan fatalitas,” ungkap Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Ia berharap melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut, masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan tidak hanya tertib ketika ada petugas kepolisian.

Polda NTB juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara, karena kepatuhan terhadap aturan bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain. ( red ) 



Polisi Tangkap 3 Terduga Pelaku Kejahatan Narkotika Sita 7,57 gram Sabu

 


Newsmetrontb.com_ POLRESTA MATARAM NTB  Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram mengamankan tiga orang yang terdiri dari seorang perempuan asal Jawa Barat dan dua pria asal Pulau Lombok dalam pengungkapan dugaan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, Kamis dini hari (5/11/2026).

Ketiganya diamankan setelah polisi menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas narkoba di wilayah hukum Polresta Mataram. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti, termasuk narkotika jenis sabu dengan berat total 7,57 gram.

Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP Abisatya Darma Wiryatmaja, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa penindakan berawal dari penyelidikan atas informasi yang diterima tim opsnal. Petugas kemudian bergerak menuju sebuah rumah di kawasan Perumahan Mahkota Bertais, Kecamatan Sandubaya.

Di lokasi pertama, polisi mengamankan seorang pria dan seorang perempuan beserta sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan narkotika.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas kemudian melakukan pengembangan ke lokasi kedua, yakni sebuah rumah di Lingkungan Getap, Kecamatan Cakranegara. Di tempat tersebut, polisi mengamankan seorang pria lainnya.

Awalnya petugas mengamankan dua orang, pria dan perempuan, di salah satu perumahan di Bertais beserta barang bukti. Kemudian dilakukan pengembangan hingga petugas melakukan penggerebekan di lokasi kedua, sebuah rumah di Lingkungan Getap, Cakranegara,” jelas AKP Abisatya.

Pengembangan tidak berhenti di sana. Petugas kembali melakukan penggeledahan di lokasi ketiga, yakni tempat kos milik salah satu terduga di wilayah Karang Siluman, Kecamatan Cakranegara.

Dari rangkaian penggeledahan di ketiga lokasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, alat isap, pipa kaca, bendelan plastik klip bening kosong, uang tunai yang diduga berkaitan dengan transaksi narkoba, serta sabu seberat 7,57 gram.

Selain mengamankan tiga terduga, petugas juga menyita berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba. Di antaranya HP, alat isap, pipa kaca, plastik klip kosong, sejumlah uang tunai, serta sabu seberat 7,57 gram,” ungkapnya.

Atas dugaan perbuatannya, ketiga orang tersebut diproses berdasarkan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara sebagaimana disampaikan pihak kepolisian.

Meski demikian, penyidik masih mendalami keterlibatan dan peran masing-masing orang yang diamankan untuk menentukan proses hukum selanjutnya.

Kami masih mendalami peran masing-masing untuk menentukan status para terduga. Jika terbukti sebagai pengedar, tentu akan diproses sesuai aturan. Namun, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan sebagai pengguna, penanganannya akan dikoordinasikan dengan BNNK Mataram untuk proses rehabilitasi sesuai ketentuan,” tutup AKP Abisatya.

Polresta Mataram mengajak masyarakat terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat membantu memutus mata rantai peredaran narkoba di Kota Mataram. ( red ) 

Polsek Mataram Fasilitasi RJ Pihak Sekolah Dan Wali Murid Terlibat Perselisihan

 


Newsmeteontb.com_ POLSEK MATARAM NTB  Polsek Mataram bergerak cepat meredam potensi konflik akibat perselisihan antarpelajar SMPN 7 Mataram. Untuk mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kepolisian memfasilitasi mediasi dengan mengedepankan pendekatan musyawarah dan kekeluargaan.

Mediasi berlangsung di Mapolsek Ampenan dengan melibatkan Lurah Pagutan, Lurah Pagutan Timur, kepala lingkungan Karang Buaya dan Presak Barat, pihak sekolah, perwakilan orang tua, serta para siswa yang terlibat perselisihan. Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari wilayah terkait juga hadir untuk mendampingi jalannya pertemuan.

Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi, S.H., membenarkan langkah cepat yang dilakukan jajarannya. Ia menjelaskan, perselisihan bermula dari kesalahpahaman dan rasa tersinggung antarteman di lingkungan sekolah.

Namun, persoalan tersebut kemudian meluas hingga melibatkan lingkungan tempat tinggal masing-masing siswa, yakni Lingkungan Karang Buaya, Kelurahan Pagutan Timur, dan Lingkungan Presak Barat, Kelurahan Pagutan.

Mengantisipasi kemungkinan munculnya konflik yang lebih besar, kepolisian segera menginisiasi pertemuan dengan melibatkan berbagai pihak agar persoalan dapat diselesaikan secara damai.

Kita upayakan penyelesaian persoalan ini melalui mediasi (*problem solving*) dengan melibatkan seluruh elemen, mulai dari pihak sekolah, tokoh masyarakat, hingga orang tua. Pendekatan ini penting agar permasalahan anak-anak kita tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar di masyarakat,” ujar AKP Amrozi.

Dalam pertemuan tersebut, para kepala lingkungan menyerahkan proses pembinaan lebih lanjut kepada pihak sekolah dan orang tua. Hal itu mengingat sebelumnya telah ada kesepakatan damai yang dibuat di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, pihak sekolah menegaskan bahwa aturan dan konsekuensi tata tertib tetap harus dijalankan sebagai bagian dari proses pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar para siswa memahami tanggung jawab atas tindakan masing-masing dan kejadian serupa tidak menjadi contoh bagi siswa lainnya.

Pihak sekolah juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pertemuan lanjutan guna melakukan pembinaan terhadap para siswa pada hari berikutnya.

Lurah Pagutan Timur dalam kesempatan itu turut mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpancing emosi dan selalu mengedepankan penyelesaian masalah secara baik-baik. Ia juga menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak menjadi perhatian khusus pemerintah daerah demi menjaga Kota Mataram tetap aman dan kondusif.


Sebagai langkah antisipasi, Kapolsek Mataram menginstruksikan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa untuk mendampingi pertemuan lanjutan dengan menghadirkan seluruh orang tua siswa yang terlibat. Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan dengan baik.

Kapolsek juga mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak sehari-hari, termasuk penggunaan media sosial agar tidak menjadi pemicu kesalahpahaman maupun perselisihan baru.

Ia turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu kamtibmas melalui layanan Call Center Polisi 110.

Melalui mediasi dan pembinaan bersama ini, Polsek Mataram berharap persoalan antarpelajar dapat diselesaikan secara tuntas tanpa berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat. Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan lingkungan dinilai menjadi kunci dalam melindungi generasi muda dari tindakan kekerasan. ( red ) 

Polresta Mataram Ajak Masyarakat Waspadai Narkoba dan Judi Online


Newametrontb.com_ POLRESTA MATARAM. NTB 
Memperkuat kedekatan sekaligus membangun kemitraan dengan masyarakat, Polresta Mataram terus mengimplementasikan program Quick Wins Kapolri,  Polisi Bersama Masyarakat  Kali ini, kegiatan kumpul bersama masyarakat digelar di Lingkungan Bangsal, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Rabu (04/11/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan personel Sat Binmas dan Si Humas Polresta Mataram tersebut dihadiri para tokoh serta warga setempat. Suasana berlangsung hangat melalui silaturahmi dan dialog langsung antara polisi dengan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, personel Polresta Mataram menyampaikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan judi online yang dapat merusak kehidupan pribadi, keluarga, hingga lingkungan sosial.

Warga Diajak Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

Selain memberikan pemahaman tentang berbagai ancaman tersebut, personel kepolisian juga mengajak para tokoh dan masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Warga diharapkan tidak bersikap apatis terhadap kondisi sekitar serta segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi polisi untuk menyampaikan imbauan. Masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan saran, masukan, maupun persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.

Berbagai aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Polresta Mataram dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Implementasi Quick Wins Kapolri

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polresta Mataram Iptu Edy Sutrisno menjelaskan bahwa kegiatan kumpul bersama masyarakat merupakan implementasi program prioritas Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat

Menurutnya, pendekatan melalui silaturahmi dan dialog langsung menjadi salah satu cara membangun komunikasi yang baik antara kepolisian dan warga.

“Kumpul bersama masyarakat ini adalah implementasi dari program prioritas Kapolri. Kita berharap dengan kumpul bersama ini kedekatan masyarakat dengan polisi dapat terjalin dengan baik sehingga diharapkan dapat bersinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Mataram berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin kuat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong pencegahan berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk penyalahgunaan narkoba dan maraknya judi online.

Dengan semangat  " Polisi Bersama Masyarakat "  Polresta Mataram terus mengajak seluruh elemen warga untuk mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. ( red ) 

Kapolsek Selaparang Gelar Polisi Kumpul Bersama Masyarakat Tingkat Kambtibmas


 Newsmetrontb.com_ POLSEK SELAPARANG NTB  Membangun keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Semangat inilah yang diwujudkan Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, SH., melalui kegiatan *Polisi Kumpul Bersama Masyarakat* di Lingkungan Kebun Jaya Timur, Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Rabu (04/11/2026).

Didampingi Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas, Kapolsek berbaur langsung dengan warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.

Dalam suasana penuh keakraban tersebut, Iptu Zulharman menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas serta mengajak warga agar berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mencegah berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Warga juga diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi maupun permasalahan yang terjadi di lingkungannya agar dapat ditangani bersama.

Kapolsek Selaparang mengatakan, kegiatan *Polisi Kumpul Bersama Masyarakat* merupakan implementasi Program Quick Wins Kapolri, yakni *Polisi Bersama Masyarakat*.

Menurutnya, pendekatan melalui silaturahmi dan dialog secara langsung menjadi salah satu cara efektif untuk membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan, serta menciptakan kemitraan antara polisi dan masyarakat.

“Kumpul bersama masyarakat ini adalah implementasi dari program prioritas Kapolri. Kita berharap dengan kumpul bersama ini kedekatan masyarakat dengan polisi dapat terjalin dengan baik sehingga diharapkan dapat bersinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi berbagai ancaman sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba dan maraknya praktik judi online yang dapat merugikan masyarakat serta mengganggu ketertiban lingkungan.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan kemitraan antara Polsek Selaparang dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka serta kepedulian bersama, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. ( red ) 

Tim Opsnal Satnarkoba Polreata Mataram Tangkap Epat Pelaku Kejahatan Narkotika

 


Newsmetrontb.com_ POLRESTA MATARAM. NTB 
Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram mengamankan empat orang, terdiri dari dua pria dan dua perempuan, dalam pengungkapan dugaan tindak pidana narkotika, Selasa malam (3/11/2026). Dari operasi tersebut, polisi turut menyita barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan berat 0,88 gram.

Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran gelap narkoba di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP Abisatya Darma Wiryatmaja, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan, penindakan pertama dilakukan terhadap dua pria di area parkir salah satu hotel di Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara.

Dari hasil interogasi awal, kedua pria tersebut mengaku memperoleh barang dari seorang perempuan yang tinggal di salah satu kawasan perumahan di wilayah Babakan. Petugas kemudian melakukan pengembangan ke lokasi tersebut dan mengamankan dua perempuan yang berada di dalam rumah.

Salah satu dari perempuan yang diamankan diketahui merupakan residivis kasus narkoba,” ungkap AKP Abisatya.

Tidak berhenti di situ, petugas juga melakukan penggeledahan di rumah salah satu pria yang sebelumnya diamankan di parkiran hotel tersebut, yang berlokasi di wilayah Kelurahan Babakan.

Dalam pengungkapan di sejumlah lokasi tersebut, polisi mengamankan berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Di antaranya alat isap berupa pipet modifikasi, telepon genggam yang berisi percakapan terkait narkoba, uang tunai yang diduga hasil penjualan, serta sabu dengan berat 0,88 gram.

Selain mengamankan empat orang, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk alat isap, telepon genggam, uang tunai yang diduga hasil penjualan narkoba, serta sabu yang diduga merupakan sisa penjualan dengan berat 0,88 gram,” jelasnya.

Keempat orang tersebut kini diamankan di Mapolresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami keterangan masing-masing guna memastikan peran mereka dalam dugaan tindak pidana narkotika tersebut.

Atas dugaan perbuatannya, para terduga diproses berdasarkan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara sebagaimana disampaikan pihak kepolisian.

AKP Abisatya menegaskan, proses hukum selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil penyidikan dan peran masing-masing orang yang diamankan.

Dari hasil penyidikan nanti akan diketahui peran masing-masing. Jika terbukti sebagai pengedar, proses hukum akan dilanjutkan. Sementara jika murni sebagai pengguna, akan dikoordinasikan dengan BNNK Mataram untuk penanganan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

Pengungkapan ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membantu kepolisian mengungkap dugaan peredaran narkotika. Polresta Mataram mengajak warga untuk terus memberikan informasi apabila mengetahui aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan masing-masing. ( red ) 

Kapolsek Sandubaya Ajak Masyrakat Tingkatkan Sinergitas Jaga Kamtibmas


Newsmetrontb.com_ POLSEK  SANDUBAYA  NTB
Upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat terus dilakukan jajaran Polresta Mataram melalui program *Polisi Kumpul Bersama Masyarakat*. Kali ini, Polsek Sandubaya menyambangi para pelaku usaha dan pekerja di Kompleks Terminal Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Rabu (04/11/2026).

Kegiatan yang merupakan implementasi Program Quick Wins Kapolri bertajuk *Polisi Bersama Masyarakat* tersebut dipimpin langsung Kapolsek Sandubaya, AKP Novit Haru Prasetyo, S.Tr.K., S.I.K., didampingi Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas setempat.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian berbaur dan berdialog langsung dengan berbagai elemen masyarakat di kawasan terminal, mulai dari pedagang, buruh, pengemudi ojek hingga para sopir.

Selain sebagai ajang silaturahmi untuk mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan Kapolsek untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolsek mengajak seluruh masyarakat yang beraktivitas di kawasan Terminal Mandalika agar bersama-sama menjaga ketertiban dan menghindari berbagai perilaku negatif yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jasa maupun masyarakat umum.

Ia juga mengingatkan warga untuk menjauhi segala bentuk tindak pidana, khususnya kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), penyalahgunaan narkoba, kejahatan jalanan, serta praktik perjudian, baik secara langsung maupun melalui platform daring.

Kepada awak media, AKP Novit Haru Prasetyo menjelaskan bahwa kegiatan *Polisi Kumpul Bersama Masyarakat* merupakan implementasi program prioritas Kapolri yang mengedepankan kedekatan dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Menurutnya, komunikasi melalui silaturahmi dan dialog langsung menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

“Kumpul bersama masyarakat ini adalah implementasi dari program prioritas Kapolri. Kita berharap dengan kumpul bersama ini kedekatan masyarakat dengan polisi dapat terjalin dengan baik sehingga diharapkan dapat bersinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolsek mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap berbagai ancaman sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba dan maraknya praktik judi online yang dapat menimbulkan kerugian serta berdampak pada keamanan lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Sandubaya berharap terbangun komunikasi yang semakin terbuka dengan masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan pekerja di kawasan Terminal Mandalika.

Dengan sinergi dan kepedulian bersama, berbagai potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat diantisipasi sejak dini sehingga kawasan terminal tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. ( red ) 

Personel Polsek Gunungsari Evakuasi Sorang Warga di Temukan Pigsang


Newsmetrontb.com_ POLSEK GUNUNGSARI NTB
Respons cepat ditunjukkan personel Polsek Gunungsari setelah menerima aduan warga melalui layanan Polisi 110 terkait seorang pria yang ditemukan pingsan di BTN Citra Persada Medas, Desa Gunungsari, Lombok Barat. Petugas langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 01.45 Wita, untuk mengecek kondisi pria tersebut sekaligus mencari tahu identitasnya. rebo ( 4/11)2026 ) 

Kapolsek Gunungsari AKP Imran Rosyadi, S.H. mengatakan, personel piket SPKT III bersama Perwira Pengawas segera bergerak setelah menerima laporan masyarakat. Langkah cepat dilakukan agar pria tersebut mendapat bantuan, serta dapat segera dipertemukan dengan keluarganya.

Begitu menerima aduan melalui layanan 110, anggota langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi orang yang dilaporkan pingsan. Kami juga berkoordinasi dengan perangkat lingkungan, guna mengetahui identitas serta alamat keluarganya," ujar AKP Rosyadi.

Dari hasil pengecekan, pria tersebut diketahui datang menggunakan taksi daring dari Cafe New Surya, kawasan Senggigi. Sesampainya di BTN Citra Persada Medas, pria itu turun dari kendaraan, kemudian terjatuh hingga tidak sadarkan diri. Kondisinya diduga berkaitan dengan konsumsi minuman beralkohol.

Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan kepala dusun setempat untuk identifikasi. Hasilnya, pria tersebut diketahui berinisial NH, warga Dusun Medas Barat Kokok, Desa Tamansari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

Setelah identitas terungkap, polisi segera menghubungi pihak keluarga. Sepupu NH datang ke lokasi untuk menjemputnya. Petugas turut membantu proses penjemputan hingga NH dibawa pulang ke kediamannya.

AKP Rosyadi mengapresiasi kepedulian warga yang segera melaporkan kejadian tersebut. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan Polisi 110, ketika menemukan situasi darurat atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Kecepatan informasi dari masyarakat sangat membantu petugas dalam memberikan respons. Jika menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi, segera hubungi layanan 110. Kami siap menindaklanjuti laporan masyarakat," tegasnya. ( red ) 

Kapolsek Ampenan Pimpin Pengamanan Saat Kunjungan Kapolda NTB

 


Newsmetrontb.com_ POLSEK AMPENAN NTB  Upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat terus dilakukan Polda NTB melalui program *Polisi Kumpul Bersama Masyarakat*. Kali ini, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat di Kantor Camat Ampenan, Rabu (04/11/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, S.I.P., yang sekaligus memimpin sejumlah personel untuk melakukan pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ampenan, para lurah se-Kecamatan Ampenan, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar.

Dalam kesempatan itu, Kapolda NTB memanfaatkan momentum untuk bersilaturahmi sekaligus berdialog secara langsung dengan masyarakat. Berbagai masukan dan aspirasi warga menjadi bagian dari komunikasi untuk memperkuat hubungan serta meningkatkan pelayanan kepolisian.

Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto mengatakan, kegiatan *Polisi Kumpul Bersama Masyarakat* merupakan bagian dari implementasi program *Quick Wins* Kapolri yang bertujuan membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Kegiatan Polisi Kumpul Bersama Masyarakat ini adalah bagian dari Quick Wins Kapolri untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengajak ikut serta menjaga dan memelihara Kamtibmas,” ucapnya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah imbauan juga disampaikan kepada masyarakat, di antaranya mengajak warga menjauhi penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan sosial maupun keluarga.

Selain itu, para orang tua diingatkan untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak serta anggota keluarga. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah keterlibatan generasi muda dalam aktivitas negatif, termasuk kejahatan jalanan, baik sebagai korban maupun pelaku.

Kapolsek berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima pesan Kamtibmas, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Polri ingin membangun komunikasi yang lebih terbuka dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi yang terjalin baik, berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah Ampenan diharapkan dapat dicegah sejak dini demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.  ( red ) 

Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Unit Reskrim Polsek Selaparang

  


Newsmetrontb.com_ POLSEK  SELAPARANG NTB
Mataram, NTB – Tujuh ekor ayam jenis Betet impor Thailand bernilai belasan juta rupiah diduga menjadi sasaran pencurian seorang pria berinisial NS, warga Kota Mataram. Terduga pelaku kini diamankan Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Selaparang, Rabu (04/11/2026).

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban yang kehilangan tujuh ekor ayam peliharaannya di rumahnya, wilayah Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Menindaklanjuti laporan itu, polisi melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan mengamankan NS.

Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi, SH., menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada 22 Oktober 2026 sekitar pukul 17.00 Wita.

Menurut keterangan korban, saat itu NS datang ke rumahnya dengan maksud menebus telepon genggam yang sebelumnya digadaikan kepada korban. Namun, karena HP tersebut disimpan di tempat lain, korban meminta NS menunggu sebentar sementara dirinya mengambil barang tersebut.

Namun, setelah korban tiba di rumah dengan membawa HP tersebut, terduga sudah tidak berada di tempat. Korban kemudian memeriksa barang-barang di sekitar rumah dan mendapati tujuh ekor ayam yang disimpan dalam kurungan sudah tidak ada,” jelas Kapolsek.

Korban selanjutnya menanyakan keberadaan ayam tersebut kepada tetangga sekitar. Dari keterangan yang diperoleh, ayam-ayam itu diduga dibawa oleh NS sebagai jaminan.

Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Selaparang. Pasalnya, ayam jenis Betet impor Thailand itu memiliki nilai jual cukup tinggi, diperkirakan berkisar Rp1 juta hingga Rp4 juta per ekor.

Dalam pemeriksaan awal, NS mengakui telah membawa ayam milik korban sebagai jaminan. Beberapa ekor di antaranya bahkan telah dijual.

Dari pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan lima ekor ayam yang diduga milik korban dan belum sempat dijual sebagai barang bukti.

“Selain mengamankan terduga, kami juga mengamankan barang bukti berupa lima ekor ayam yang belum sempat dijual. Terduga akan dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara,” tutup Iptu Zulharman.

Saat ini, NS harus mempertanggungjawabkan dugaan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku. Polsek Selaparang mengimbau masyarakat agar menyelesaikan persoalan utang piutang atau gadai melalui kesepakatan yang jelas dan tidak mengambil barang milik orang lain tanpa persetujuan pemiliknya. ( red ) 

Sat Samapta Polresta Mataram Patroli Sepeda Antisipasi Kejahatan 3 C


Newsmetrontb.com_ POLRESTA MATARAM  NTB.   
Guna mencegah tindak kejahatan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Sat Samapta Polresta Mataram kembali mengintensifkan patroli dialogis menggunakan sepeda. Kali ini, patroli menyasar sejumlah kawasan aktivitas warga dan fasilitas publik di wilayah Kecamatan Sandubaya, Rabu (04/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel menyusuri sejumlah lokasi untuk memantau situasi keamanan sekaligus menyapa masyarakat secara langsung. Petugas juga berdialog secara humanis dengan warga guna menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Sejumlah masyarakat yang ditemui, di antaranya pedagang, juru parkir, hingga tukang tambal ban di sepanjang jalur utama Jalan Raya Bertais. Mereka diimbau agar senantiasa memperhatikan keamanan dan ketertiban saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain memantau kondisi lingkungan, personel juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak pidana, khususnya kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta kejahatan jalanan lainnya.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta AKP I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa, S.H., M.H., mengatakan patroli dialogis menjadi salah satu upaya kepolisian untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

“Terkait situasi kamtibmas di lingkungan masyarakat, tentu diperlukan keterlibatan warga dalam melakukan upaya-upaya pencegahan. Melalui patroli dialogis ini, kita membangun semangat masyarakat agar lebih peduli terhadap situasi keamanan di sekitarnya,” ucapnya.

Menurutnya, patroli tersebut tidak hanya difokuskan pada pencegahan gangguan keamanan, seperti kejahatan 3C dan tindak kriminal lainnya. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kesadaran bahwa menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama antara kepolisian dan masyarakat. ( red ) 

Terduga Pelaku Curanmor Asal Loteng Serahkan Diri Kepolisi

 

Newsmetrontb.com_ POLRESTA MATARAM  NTB   Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Mataram akhirnya mengamankan F alias Jubrik, salah satu terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di sebuah kos-kosan kawasan Saptamarga, Cakranegara, yang terjadi pada akhir September 2026.

Sebelumnya, polisi telah lebih dahulu mengamankan terduga berinisial R pada 28 Oktober 2026 di Praya timur Lombok Tengah. Namun, saat pengungkapan kasus tersebut, F berhasil melarikan diri dan sempat menjadi buronan petugas.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pencarian secara intensif, F akhirnya diserahkan langsung oleh pihak keluarganya kepada Tim URC Polresta Mataram di rumah terduga di Praya timur, Rabu (04/11/2026).

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si., membenarkan penyerahan tersebut. Ia menjelaskan, R dan F diduga terlibat bersama dalam aksi pencurian sepeda motor di kawasan Saptamarga, Cakranegara.

Karena pihak keluarga merasa tidak tenang setelah F terus dicari oleh polisi, akhirnya keluarga menyerahkan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian. Kini kedua terduga beserta barang bukti telah kami amankan di Polresta Mataram,” jelasnya.

Kasus curanmor tersebut bermula ketika korban menginap di kos milik rekannya. Sepulang membeli makanan bersama rekannya, korban memarkir sepeda motor di depan kamar kos, kemudian masuk untuk beristirahat.

Namun, keesokan harinya saat hendak pulang, korban mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat parkir. Setelah mengetahui kendaraannya hilang, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Mataram.

Dengan diamankannya F, polisi kini dapat melanjutkan pemeriksaan terhadap kedua terduga untuk mendalami keterlibatan masing-masing dalam kasus tersebut.

Atas dugaan perbuatannya, keduanya diproses berdasarkan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penyidik akan melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. ( red ) 

Jolmadi Raih Doktor Pertama S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Mataram


Newsmetrontb.com_ KOTA MATARAM. NTB
Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali mencatatkan sejarah penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam. Jolmadi  NIM 240703002 anggota Kepolisian  resmi menyandang gelar doktor dalam bidang Studi Islam setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Manajemen Konflik Sosial Berbasis Nilai-Nilai Islam oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia di Kota Mataram” pada Ujian Terbuka Promosi Doktor yang berlangsung Rabu (4/11/2026)

Dalam sidang akademik yang melibatkan sepuluh dewan penguji tersebut, Jolmadi dinyatakan lulus dengan predikat cum laude, setelah meraih nilai Ujian Terbuka Promosi Doktor sebesar 94,1 dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97, sebagaimana tercantum dalam transkrip akademiknya. Keberhasilan ini sekaligus menandai lahirnya lulusan perdana Program Studi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Mataram, sebuah capaian penting yang secara simbolis disebut sebagai momentum ‘pecah telur’ bagi program doktoral tersebut.

Keberhasilan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Pascasarjana UIN Mataram. Pasalnya, Jolmadi tercatat sebagai doktor pertama yang diluluskan oleh Program Studi S3 Studi Islam, sekaligus menjadi doktor ke-122 secara kumulatif dari seluruh program doktor di lingkungan Pascasarjana UIN Mataram, yang saat ini menaungi tiga program studi jenjang doktoral S3 PAI dan S3 HKI.  

Jolmadi mempertahankan disertasi berjudul “Manajemen Konflik Sosial Berbasis Nilai-Nilai Islam oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia di Kota Mataram.” Penelitian tersebut mengangkat persoalan strategis mengenai pengelolaan konflik sosial dalam masyarakat multikultural dengan mengintegrasikan pendekatan kepolisian, teori konflik sosial, dan nilai-nilai universal dalam ajaran Islam.

Sidang promosi doktor melibatkan sepuluh akademisi yang terdiri atas unsur pimpinan sidang, penguji internal, penguji eksternal, serta tim promotor. Dewan penguji tersebut adalah Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag.    Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, M.A.    Dr. Dwi Istiyani, M.Ag.       Dr. Nuraida, M.Ag.   Prof. Dr. Winengan, M.Si.; Prof. Dr. Dwi Wahyudiati, M.Pd.  Dr. H. Ahmad Muhasim, M.H.I.  Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag.   Prof. Dr. Suprapto, M.Ag.  dan Prof. Dr. Mohamad Iwan Fitriani, M.Pd.

Dua penguji eksternal yang terlibat adalah Dr. Dwi Istiyani, M.Ag. dari UIN Walisongo Semarang dan Dr. Nuraida, M.Ag. dari UIN Raden Fatah Palembang. Kehadiran penguji dari perguruan tinggi lain menjadi bagian penting dalam memperluas perspektif akademik dan memperkuat proses evaluasi ilmiah terhadap disertasi yang dipertahankan.

Sementara itu, proses pembimbingan disertasi dilakukan oleh Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag. selaku promotor, didampingi Prof. Dr. Suprapto, M.Ag. sebagai kopromotor I dan Prof. Dr. Mohamad Iwan Fitriani, M.Pd. sebagai kopromotor II.

Penelitian Jolmadi berangkat dari realitas Kota Mataram sebagai wilayah yang memiliki keberagaman agama, etnis, budaya, dan identitas sosial. Dalam masyarakat yang plural, perbedaan tidak secara otomatis melahirkan konflik. 

Namun, ketimpangan sosial, benturan kepentingan, lemahnya komunikasi, prasangka antarkelompok, dan ketidakmampuan mengelola perbedaan berpotensi memunculkan ketegangan sosial.

Melalui disertasinya, Jolmadi mengkaji bagaimana Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polresta Mataram, menjalankan peran dalam mencegah, menangani, dan menyelesaikan konflik sosial dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam praktik manajemen konflik.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode multikasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisisnya memanfaatkan teori konflik sosial, teori peran kepolisian, serta pendekatan resolusi konflik berbasis nilai-nilai Islam.

Berdasarkan hasil penelitiannya, konflik sosial di Kota Mataram menunjukkan karakteristik yang beragam, mulai dari konflik realistis dan nonrealistis, konflik internal maupun antarkelompok, hingga konflik terbuka dan tertutup. Pemicu konflik juga tidak bersifat tunggal, melainkan melibatkan faktor struktural, kepentingan sosial, identitas kelompok, serta hubungan antarmasyarakat.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa penanganan konflik oleh aparat kepolisian tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan represif atau penegakan hukum. 

Diperlukan strategi yang lebih komprehensif melalui tindakan preventif, mediasi, komunikasi sosial, serta penyelesaian konflik yang berorientasi pada pemulihan hubungan antarkelompok.

Dalam perspektif Islam, Jolmadi mengidentifikasi sejumlah nilai yang relevan untuk memperkuat manajemen konflik, antara lain al-'adl (keadilan), al-islah (perbaikan dan rekonsiliasi), al-'afw (pemaafan), syura (musyawarah), tasamuh(toleransi), tabayyun (klarifikasi informasi), amanah (tanggung jawab), dan rahmah (kasih sayang).

Nilai-nilai tersebut dipandang tidak hanya sebagai ajaran normatif keagamaan, tetapi juga memiliki dimensi praktis yang dapat diterapkan dalam membangun komunikasi, memulihkan kepercayaan sosial, mencegah eskalasi kekerasan, dan memperkuat penyelesaian konflik secara damai.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa sejumlah nilai tersebut secara substantif telah hadir dalam praktik penanganan konflik oleh kepolisian, meskipun tidak selalu dinyatakan melalui terminologi keagamaan. 

Dengan demikian, penelitian Jolmadi memberikan perspektif bahwa pendekatan berbasis nilai-nilai Islam dapat dikembangkan sebagai salah satu kerangka etis dalam manajemen konflik sosial yang profesional dan berorientasi pada kemanusiaan.

Secara akademis, disertasi Jolmadi memiliki relevansi dalam mempertemukan kajian Studi Islam dengan ilmu sosial, manajemen konflik, dan praktik penegakan hukum. Penelitian ini menunjukkan bahwa Studi Islam dapat dikembangkan melampaui kajian normatif-tekstual menuju pendekatan interdisipliner yang berhubungan langsung dengan persoalan kehidupan masyarakat.

Kontribusi penting penelitian tersebut terletak pada upaya menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai landasan etis dalam pengelolaan konflik, tanpa mengesampingkan prinsip profesionalitas kepolisian, keadilan hukum, dan penghormatan terhadap kemajemukan masyarakat.

Dalam konteks negara yang berdasarkan Pancasila, penerapan nilai-nilai tersebut perlu dipahami secara inklusif dan substantif. Keadilan, perdamaian, musyawarah, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap martabat manusia merupakan nilai yang dapat memperkuat pelayanan kepolisian kepada seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakang agama maupun identitas sosial.

Disertasi ini juga membuka ruang pengembangan model manajemen konflik yang menghubungkan pendekatan hukum formal dengan pendekatan sosial-kultural dan etika keagamaan. Integrasi tersebut berpotensi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian serta mendorong penyelesaian konflik yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.

Dengan demikian, capaian akademik Jolmadi tidak hanya bermakna sebagai keberhasilan personal dalam meraih gelar tertinggi pendidikan formal, tetapi juga menjadi kontribusi intelektual bagi pengembangan institusi kepolisian dan penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Momentum promosi doktor tersebut turut mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Selain dewan penguji, keluarga besar Jolmadi, jajaran kepolisian dari institusi tempatnya bertugas, dan sivitas akademika Pascasarjana UIN Mataram, sejumlah pimpinan perguruan tinggi serta tokoh pendidikan turut menghadiri kegiatan tersebut.

Di antara tamu yang hadir adalah Rektor Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P.; serta anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Andi Laweng, S.H., M.H. Hadir pula sejumlah akademisi Universitas Mataram (UNRAM), yakni Prof. Dr. Agil Al Idrus, Dr. Fahrudin, M.Pd., dan Dr. Dadi Setiady. Dari unsur lembaga pendidikan dan perguruan tinggi lainnya turut hadir Dr. Ma Muazzar Habibi, S.Psi., M.Pd.,

 pimpinan Pesantren Lentera Hati Islamic Boarding School; Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram, Nur Fitri Hidayanti, S.E.I., M.E.; serta Hidayaturahman, S.T., M.T., dosen STIA Mataram.

Kehadiran para tokoh lintas institusi tersebut memperlihatkan dukungan terhadap pengembangan pendidikan doktoral sekaligus mencerminkan hubungan antara dunia akademik, institusi penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Keberhasilan Jolmadi menjadi lulusan pertama Program Studi Doktor Studi Islam merupakan capaian kelembagaan yang memiliki arti penting bagi Pascasarjana UIN Mataram.

Sebagai doktor pertama dari program studi tersebut, Jolmadi menandai dimulainya fase baru dalam perjalanan akademik Program Studi S3 Studi Islam, khususnya dalam menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan penelitian ilmiah pada tingkat doktoral.

Sementara itu, statusnya sebagai doktor ke-122 Pascasarjana UIN Mataram memperlihatkan kesinambungan kontribusi lembaga dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi jenjang doktor.

Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa doktoral lainnya untuk menyelesaikan studi dengan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, memiliki kebaruan akademik, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lebih jauh, keberhasilan seorang anggota Polri menyelesaikan pendidikan doktoral dalam bidang Studi Islam juga menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas intelektual dan etika profesi bagi aparatur negara. Kompetensi akademik yang berpadu dengan pengalaman profesional berpotensi menghasilkan pendekatan yang lebih reflektif, humanis, dan berbasis penelitian dalam menghadapi kompleksitas persoalan sosial.

Promosi doktor Jolmadi pada 4 November 2026 dengan demikian menjadi momentum penting, bukan hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi institusi kepolisian serta Pascasarjana UIN Mataram.

Dari ruang akademik menuju pengabdian sosial, keberhasilan Dr. Jolmadi menjadi doktor pertama S3 Studi Islam UIN Mataram membawa pesan bahwa ilmu pengetahuan, nilai-nilai keagamaan, dan profesionalitas dapat dipertemukan untuk membangun masyarakat yang lebih adil, damai, dan harmonis. ( red ) 

Wednesday, November 4, 2026

Ini Ajak Kapolda NTB Saat Gelar Silaturrahmi Quick Wins 1 di Ampenan


 Newsmetrontb.com_ KOTA  MATARAM  NTB Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar kegiatan Silaturrahmi dan Tatap Muka Kapolda NTB dalam rangka Program Quick Wins 1 "Ruang Publik Aman" (Kumpul Bersama Masyarakat) yang berlangsung di Aula Kantor Camat Ampenan, Kota Mataram, Rabu (04/11/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, PJU Polda NTB., Kapolsek Ampenan AKP M. Rianto, S.IP., Danramil Ampenan Kapten Inf. Maturidi, Camat Ampenan Erma Suryani, S.STP., serta dihadiri sekitar 50 tamu undangan yang terdiri dari para Lurah, Kepala Lingkungan (Kaling), Tokoh Pemuda (Toda), dan Tokoh Masyarakat (Toma).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergitas antara instansi kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya tugas Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui program Quick Wins ini, Polri hadir langsung menyerap aspirasi dan mendengarkan keluhan masyarakat," ujar Kombes Pol. Kholid.

Dalam arahannya, Kapolda NTB menyoroti fenomena kenakalan remaja serta bahaya penyalahgunaan narkotika yang kian memprihatinkan. Berdasarkan data penegakan hukum Polda NTB, tercatat sebanyak 852 kasus penyalahgunaan narkoba berhasil diungkap dengan total 1.142 tersangka, di mana mayoritas pelaku didominasi oleh kalangan remaja.

Bapak Kapolda mengimbau para orang tua agar senantiasa mengawasi pergaulan anak-anak mereka dan memperkuat benteng keluarga serta keimanan. Rumah harus dijadikan tempat teraman dan paling nyaman bagi anak-anak untuk pulang dan berdiskusi," tambah Kabid Humas.

Selain penanganan narkoba dan larangan penggunaan vape yang terindikasi mengandung zat berbahaya sesuai atensi Kapolri, Polda NTB juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi penggunaan ponsel anak guna menekan maraknya judi online (judol) dan menyebarnya perilaku menyimpang seperti LGBT.

Untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tingkat kelurahan terus berkolaborasi bersama instansi terkait serta menggiatkan patroli gabungan. Masyarakat pun diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap indikasi tindak kejahatan atau potensi gangguan kamtibmas.

"Apabila ada hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan kehadiran polisi, masyarakat bisa segera melapor melalui layanan Call Center Polri 110 yang beroperasi gratis selama 24 jam penuh," tutup Kombes Pol. Kholid. (  red  )



Sambut Hari Bakti Imipas Ke-2, Lapas Selong Salurkan Bantuan Air Bersih


Newsmetrontb com_ SELONG LOMBOK TIMUR
 
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Ke-2, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong melaksanakan kegiatan bakti sosial melalui program Imipas Peduli Tahun 2026 dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (04/11/2026 ) 

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.30 WITA tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan memperoleh akses air bersih akibat musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Selong turun langsung ke lokasi dengan menggunakan mobil tangki air untuk mendistribusikan bantuan kepada warga. Air bersih disalurkan ke sejumlah penampungan air milik masyarakat guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kalapas Kelas IIB Selong, Sudirman, menyampaikan bahwa kegiatan Imipas Peduli merupakan wujud nyata kehadiran Pemasyarakatan di tengah masyarakat. Menurutnya, peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak hanya menjadi momentum refleksi pengabdian, tetapi juga kesempatan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat. Melalui program Imipas Peduli, kami berharap bantuan air bersih yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak kekeringan serta mempererat hubungan baik antara Pemasyarakatan dengan masyarakat," ujarnya.

Masyarakat setempat menyambut baik bantuan yang diberikan dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian jajaran Lapas Selong terhadap kondisi yang mereka alami. Kehadiran pegawai Lapas Selong di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat citra positif Pemasyarakatan sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Melalui kegiatan Imipas Peduli Tahun 2026 ini, Lapas Kelas IIB Selong menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan serta mendukung upaya pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak berbagai kondisi sosial dan lingkungan.( red ) 

Pariwisata

Politik

Hukrim